Friday, September 30, 2016

Cara Jitu Terhindar dari Penyakit HIV

Tags



Gambar Hindari Penyakit HIV

Cara Jitu Terhindar dari Penyakit HIV-Human Immunodeficiency Virus atau yang lebih dikenal sebagai HIV adalah sebuah penyakit berupa virus yang menggerogoti kekebalan tubuh dan melemahkan imun sehingga tidak mampu melawan penyakit dan infeksi bagi penderita AIDS HIV. Penyakit HIV tergolong pada jenis virus yang rapuh dan tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.HIV sendiri hanya bisa ditemukan pada cairan tubuh dari orang yang terkena infeksi, yaitu cairan sperma, cairan anus, cairan vagina, ASI, dan darah, sedangkan cairan keringat atau urin tidak mengandung virus HIV. Pengobatan penyakit HIV AIDS bias di lakukan rehabilitasi secara rutin agar dapat membantu kestabilan tubuh.

Sampai detik ini penyakit HIV sendiri masih belum bisa disembuhkan dan hanya ada beberapa obat yang bisa dikonsumsi penderita untuk dapat bertahan hidup lebih lama dan menjalani kehidupannya dengan normal sebelum HIV tadi berubah menjadi AIDS, yaitu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh si penderita sudah kehilangan kemampuannya secara total untuk melawan infeksi.

Penyebaran virus HIV

Dalam proses penyebarannya virus HIV sendiri tidak dapat menyebar secara mudah, seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan bahwa HIV hanya bisa menyebar melalui cairan dalam tubuh sehingga jika melakukan kontak secara langsung seperti misalnya berbincang, ciuman, atau bahkan bertukar peralatan makan tidak akan bisa menyebarkan virus HIV tersebut.
Adapun beberapa kegiatan yang dapat menyebarkan virus HIV ini, diantaranya adalah seperti yang di bawah ini.

1. Behubungan badan (seks bebas)
2. Penggunaan jarum suntik secara bergantian
3. Transfusi darah yang tercemar virus HIV
4. Virus turunan dari ibu kepada bayinya

HIV Aids di Indonesia

Di Indonesia sendiri virus HIV pertama kali ditemukan tahun 1987 dan secara mengejutkan ternyata HIV sudah menyebar di lebih dari 500 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk penemuan pertama kali penyebaran virus HIV di Indonesia sendiri ditemukan di Bali.
Kemudian menurut penelitian dari UNAIDS (United Nations Programme on HIV and AIDS) sejak pertama kalinya HIV menyebar di Indonesia hingga pada tahun 2015 sudah ada lebih dari 700 ribu orang yang mengidap HIV.

Dari total jumlah tersebut didapati 50% diantaranya berusia 15 – 49 tahun. Lalu dari jumlah itu ditemukan pula sebanyak 250 ribu wanita usia 15 tahun ke atas yang hidup dalam kondisi HIV. Sedangkan untuk angka kematian yang disebabkan HIV ada sebanyak 35 ribu orang, sehingga terdapat 110 ribu anak yang menjadi yatim piatu akibat kematian orang tuanya karena virus HIV tersebut.

Gejala HIV

Virus dari HIV sendiri memerlukan waktu beberapa lama sebelum benar-benar berhasil menginfeksi tubuh secara keseluruhan. Gejala dari HIV sendiri terbagi menjadi 3 macam, yaitu gejala awal, gejala tahap lanjutan, dan gejala tahap akhir. Dari ke-3 gejala tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda dan masing-masing orang dapat mengalaminya dalam rentan waktu yang berbeda pula. Berikut ini penjelasan mengenai gejala-gejalanya:


1. Gejala awal

Setiap penderita HIV memiliki daya gejala virus yang berbeda tergantung dengan sistem kekebalan tubuh masing-masing. Namun untuk gejala tahap awal biasanya akan ditandai dengan penyakit umum berupa pusing atau demam. Gejala awal ini biasanya akan dirasakan setelah 2 - 4 minggu virus berhasil menginfeksi tubuh yang mana akan ditandai dengan beberapa hal ini:

  • Demam tinggi yang kemudian sembuh dengan sendirinya namun secara tiba-tiba muncul kembali.
  • Sakit kepala yang sangat hebat, bahkan membuat si penderita kesulitan untuk bangun dan membuka mata.
  • Tenggorokan terasa sakit dan meradang.
  • Terdapat pula rasa sakit pada setiap persendian dan otot.
  • Tubuh terasa letih dan lelah walaupun tidak melakukan aktivitas.
2. Gejala tahap lanjutan

Kemudian untuk tahap lanjutannya penderita justru tidak merasakan gejala-gejala yang ada sebelumnya. Rasa sakit yang sebelumnya dirasakan akan hilang secara keseluruhan karena virus sudah mulai berkembang dan merusak sistem kekebalan tubuh.

Pada tahap ini si penderita akan mengalami kondisi yang normal kembali seperti semula sehingga dapat melaksanakan aktivitasnya secara penuh, namun walau demikian apabila tidak diobati tahapan ini akan berlangsung secara singkat yang mana setelah itu masuk kepada gejala tahap akhir.

3. Gejala tahap akhir

Pada tahap ini biasanya virus HIV sudah berubah menjadi AIDS yang mana itu berarti sistem kekebalan tubuh sudah terinfeksi secara keseluruhan. Pada tahap ini juga kondisi tubuh akan mengalami perubahan secara signifikan yang ditandai dengan gejala-gejala berikut:

  • Penyakit umum seperti demam dan pusing akan kembali menyerang tubuh.
  • Badan mengeluarkan keringat berlebih terutama saat malam hari.
  • Berat badan menurun secara drastis walaupun pola makan dijaga dengan seimbang.
  • Rasa letih dan lelah seperti saat gejala awal kembali datang, bahkan rasanya lebih hebat sehingga membuat penderita tidak mampu untuk melakukan aktivitas secara total.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar leher, ketiak, dan selangkangan.
  • Terjadi gangguan pencernaan yang menyebabkan diare dan muntah dalam intensitas tinggi.
  • Banyak terdapat luka kecil yang muncul pada bagian mulut, alat kelamin, dan anus.
  • Terakhir adalah penderita akan mengalami depresi hebat yang mengacaukan mental dan menurunkan daya ingat.
Cara jitu terhindar dari penyakit HIV

Setelah mengetahui cara penyebaran dan gejala dari HIV AIDS maka selanjutnya adalah membahas tahap pencegahan agar terhindar dari virus HIV ini. Nah, berikut ulasannya:

  1. Setia terhadap pasangan agar terhindar dari seks bebas
  2. Menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim untuk safety seks
  3. Jauhi obat-obatan terlarang, terlebih yang cara penggunaanya menggunakan jarum suntik
  4. Jika ingin mentatto tubuh maka pastikan penggunaan jarum tatto tersebut baru dan steril
  5. Hindari transfusi darah apabila tidak jelas asalnya, pilihlah transfusi darah hanya dari organisasi yang terpercaya kredibilitasnya
  6. Melakukan khitan bagi laki-laki
  7. Jika menjalani tindakan medis maka pastikan alat-alat yang digunakan telah steril
  8. Bagi wanita penderita HIV yang sedang mengandung maka segera lakukan konsultasi pada dokter agar dapat melakukan pencegahan agar bayi dalam kandungan tidak tertular
  9. Selalu konsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan tubuh dan lakukan olahraga secara rutin
  10. Kemudian cara terakhir yang dapat dilakukan untuk mencegah dan terhindar dari virus HIV adalah dengan melakukan tes infeksi HIV. Segeralah kunjungi fasilitas kesehatan terkait yang menyediakan klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) agar dapat melakukan tes HIV.

Tes ini bersifat sukarela dan rahasia sehingga data pribadi akan terjamin privasinya. Tes ini juga memberikan sesi konseling sebelum melakukan pengecekan positif atau negatifnya HIV, hal ini dilakukan agar mental pasien stabil dan paham langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil sesuai dengan hasil diagnosa.

Di Indonesia sendiri ada beberapa klinik VCT yang terdiri dari berbagai organisasi dan yayasan swasta maupun negri, diantaranya adalah Komunitas AIDS Indonesia, Himpunan Abiasa, Yayasan AIDS Indonesia, dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

Penutup

Demikianlah informasi seputar Cara Jitu Terhindar dari Penyakit HIV AIDS yang dapat dibagikan. Semoga untuk masa mendatang dapat dilakukan pencegahan HIV yang lebih baik lagi bagi seluruh warga Indonesia agar terwujud negara yang bebas HIV AIDS. Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon